PERBAIKAN DAN ATAU SETTING ULANG SISTEM PC   Leave a comment

Guys, pernahkah anda mengalami trouble atau kerusakan pada system PC anda? Dalam blog saya kali ini akan dibahas mengenai perbaikan dan atau setting ulang PC.

 

Sebelumnya, untuk memeriksa kondisi hardware anda pada computer perlu dilakukan diagnosa. Pada computer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu sebagai berikut:

☻POST (Power-On Self-Test)

☻Diagnosa umum (Routine)

☻Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

 

1). Langkah-Langkah POST

 Langkah diagnosa yang pertama kali dilakukan adalah POST, ini biasa dilakukan saat kita menghidupkan computer.POST akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen system. Indikasi dari adanya suatu masalah sewaktu POST adalah sebagai berikut:

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Kode kesalahan            : dua sampai lima digit angka

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Pesan kesalahan           : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukan problemnya).

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Kode Beep                  : suaraa beep berurutan.

 

Adapun langkah-langkah POST secara singkat sebagai berikut:

a. Test 1 (Basic System)           : cek power supply, MPU, bus, dan ROM

b. Test 2 (Extended System)     : cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC

c. Test3 (Display)                     : cek system pengendali signal video pada card monitor dan VRAM

d. Test 4 (Memory)                  : cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik

e. Test 5 (keyboard)                 : cek keyboard

f. Test 6 (Drive)                        : cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk.

 

2). Pesan Kesalahan Selama POST

 

a. Test 1 (Basic System Error), system terhenti tanpa tampilan dan suara beep, walaupun krusor tampak

b. Test 2 (Extended System Error), suara beep panjang diikuti dengan beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.

c. Test3 (Display Error), suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, POST melanjutkan dengan test berikutnya.

d. Test 4 (Memory Error), terdapat tampilan angka yang menunjukan kode kesalahan.

e. Test 5 (keyboard Error), terdapat tampilan angka yang menunjukan kode kesalahan

f. Test 6 (Drive Error), terdapat tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukan kode kesalahan.

 

TROUBLESHOOTING

1). Troubleshooting Motherboard

Sistem computer terdiri dari berbagai komponen yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah yang terjadi dalam satu komponen akan mempengaruhi komponen yang lainnya. Berikut pengecekan yang akan membantu dalam memecahkan masalsh yang terjadi pada PC anda, yaitu:

  1. Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC
  2. Cek sambunngan kable keyboard
  3. Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor
  4. Cek konfigurasi setting CMOS
  5. Cek sambungan kabel power dan kabel data drive
  6. Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
  7. Cek sambungan saklar reset
  8. Cek posisi kunci Keyboard
  9. Cek semua IC yang terpasang
  10. Cek disket boot di drive A
  11. cek sambungan speaker
  12. Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan computer dan cari pesan kesalahan POST

Procedure Diagnosa dan Troubleshooting

    • Cek 1. Power Supply
    • Cek 2. Signal clock
    • Cek 3. CPU dan DMA
    • Cek 4. cek keyboard

 

2). Troubleshooting Power Supply

Procedure dan troubleshooting

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Cek keberadaan sumber tegangan dari jala-jala, jika tidak ada (berarti kerusakan ada pada sumber tegangan / mati perbaiki jala-jala / tunggu hingga hidup), lakukan pengecekan berikutnya.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Cek kabel poer dan konektor dengan memakai multimeter.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Cek kipas apakah berputar atau tidak.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Cek semua pin tegangan keluaran DC pada konektor, jika normal dan kipas tidak berputar periksa kabel dan konektor kipas jika baik diganti kipas.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Cek saklar on/off pada power supply.

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Cek soldiran, jalur, sambungan komponen, dan komponen elektronik.

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Cek tegangan tidak stabil kemungkinan kerusakan pada kondensator elektronik setelah dioda penyearah dari sumber 110/220V.

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>jika tegangan keluaran +12V naik/drop kemungkinan kerusakan pada kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–>Jika tegangan keluaran +5V tidak ada kemungkinan kerusakan pada dioda penyearah atau kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.

<!–[if !supportLists]–>10. <!–[endif]–>Signal power good tidak ada kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian power good berupa kerusakan kondensator elektrolit/dioda/resistor.

 

3). Troubleshooting Keyboard

Pengecekan secara umum fungsi keyboard sebagai berikut:

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Periksa saklar XT/AT

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Periksa kunci keyboard pada panel depan system apakah dalam kodisi terbuka

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan system board.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip.

Procedure dan troubleshooting

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Dapat juga disebabkan oleh rangkaian interface dalam unit system rusak.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard dan jalur PCB putus atau soldiran kering atau kontak lepas.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Pis saklar putus atau tertekan.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Chipset keyboard pada motherboard.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan.

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>kabel keyboard putus di cek dengan memakai multimeter, kemudian di sambung..

 

4). Troubleshooting Floppy Disk Drive Atau Hard Disk

Procedure diagnosa dan troubleshooting pada Floppy disk drive

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Ketika system membaca disket dalam floppy drive yang pertama, informasi pada FAT dan root directory akan di salin ke memori. Salinan ini akan disegarkan dengan isi pembacaan disket lain yang baru. Penggantian disket mengakibatkan berubahnya baris pengubah disk. Jika terjadi masalah seperti ini cek setting jumper pada baris pengubah disk.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Cek kabel data dan power.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Head drive kotor.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Kemungkinan kerusakan pada rangkaian logic drive.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>kemungkinan kerusakan pada controller

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Dikarenakn tidak sesuainya setelan drive atau format disk tidak sesuai.

Procedure diagnosa dan troubleshooting hard disk

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Setting type drive pada CMOS tidak sesuai atau hilang

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Boot track corrupted

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>BUFFERS pada CONFIG.SYS diset terlalu kecil.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Jalankan program SCANDISK untuk mengatur data dalam hard disk.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Interleave tidak sesuai.

 

Ya, baru ini yang dapat saya tulis, semoga ini dapat membantu anda dalam memperbaiki atau menyetting ulang system PC anda.

“THANK YOU”

 

 

 

Posted March 7, 2011 by vercrist in Uncategorized

Hello world!   1 comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted March 7, 2011 by vercrist in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.